Wujudkan Mimpi Rumah Pertama

79 komentar
Emak, begitu orang memanggilnya berusia sekitar 53 tahun. Tinggal di pinggiran kota Muara Bungo, Jambi. Ketika bertandang ke rumahnya, satu yang terselip dalam hati supaya Allah segera mewujudkan mimpi rumah pertama emak.
Program BSPS wujudkan rumah pertama
Wujudkan Rumah Impian Emak yang Layak Huni


Emak dan bapak berada pada rumah yang belum layak huni. Ada dua kamar yang dipisahkan oleh skat triplek yang tidak terlalu besar. Berlantai semen kasar. Satu dapur, dengan dinding kayu yang sengaja dipasang jarang-jarang. Jika memasak di pagi buta, akan terasa gigil mendera karena angin mudah keluar masuk dengan leluasa. Jika hujan, air akan merembes dari sebagian dinding yang bagian bawahnya adalah tanah tidak ditutup dengan penghalang apapun. Jangan kaget jika ada petir, karena akan mengejutkan lewat gemuruh dari dasar tanah dan sinar terangnya akan membuat begidik dari celah papan dinding. 

Lalu, kenapa emak tidak pindah saja atau mencari rumah yang lebih layak untuk dihuni? Simak yuk, kisahnya dalam mewujudkan mimpi rumah pertama emak!

Mimpi Rumah Pertama Emak

Sebelum lebih lanjut tahu tentang mimpi rumah pertama emak, baiknya kita cari tahu dulu, seperti apa rumah impian orang pada umumnya:
 
  • Rumah yang kokoh
Rumah yang kokoh yaitu rumah yang bisa menjadi tempat berlindung para penghuninya. Memiliki luas minimum yaitu 9 meter untuk satu orang. Jika idealnya, satu keluarga memiliki 2 orang anak maka luas minimumnya sekitar 36 meter. Lalu, punya sirkulasi udara dan cahaya yang baik. Mempunyai jendela dan kamar mandi di dalam rumahnya.
  • Rumah yang penuh cinta
Rumah yang penuh kehangatan, cinta, tawa isi penghuninya lebih utama dibandingkan kemewahan. Di sinilah konsep rumahku surgaku diterapkan. Dimana kebahagiaan bersumber. Seorang anak memulai menemukan dan belajar segalanya dimulai dari langkah di dalam rumah. 
  • Rumah yang memiliki tetangga yang baik
Memiliki tetangga yang baik adalah karunia tersendiri yang patut disyukuri. Suka tidak suka lingkungan juga akan mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak yang berada di dalamnya. Jadi, rumah impian itu terwujud jika ada tetangga yang baik juga ‘kan?

Lalu, seperti apa rumah impian emak? Dia tidak akan menjawab yang muluk-muluk. Dia hanya menjawab dengan tersipu,” cukup yang bisa mengahalangi dari basah karena hujan dan terlindung dari panas. Dia tidak memiliki impian rumah yang besar. Rumah yang mewah namun dia hanya ingin melihat anak-anaknya nanti lebih baik dari dirinya sekarang.

Emak hanya memiliki satu keinginan yaitu melihat anak-anaknya lebih baik. Keinginan itu tidak otomatis mudah terwujud. Butuh perjuangan yang sangat keras untuk bisa mencapainya, karena emak dan bapak hanya bekerja sebagai buruh kasar yang gajinya hanya habis sehari itu. Sungguh sukar dengan kondisi empat orang anak. Namun, niat yang tulus dari emak itu akhirnya oleh diijinkan oleh Allah untuk terwujud. 

Emak menunda wujudkan Mimpi Rumah Pertamanya Demi Pendidikan Anak-anak

Berkumpul di rumah saat idul fitri
Anak-anak emak berkumpul di rumah saat Idul fitri

Emak punya keinginan yang gigih, meskipun beliau tidak sempat menyelesaikan pendidikan SD, dia percaya untuk merubah kehidupan anak-anak, sekolah adalah pintunya. Emak tunda mimpi rumah pertamanya. Meskipun, awalnya dia sudah mencicil konsen, kayu, batu gunung untuk membuat sebuah rumah. Barang-barang itupun harus ia relakan pindah tangan demi bisa membayar uang masuk perguruan tinggi tahun 2004 dan uang SPP sebesar 400.000 per semester.

Setelah berdarah-darah menamatkan kuliah putri pertamanya. Emak mengalami perundungan. Nyatanya, meskipun sudah menyandang sarjana, putrinya tersebut hanya bekerja sebagai guru honorer. Yang dikalkulasikan gajinya tidak begitu jauh dengan gaji bapak sebagai buruh kasar. Perundunganpun tidak bisa dielakkan dari orang-orang yang lebih memilih untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya. Namun, itu tidak menyurutkan niat emak tetap menyekolahkan anak-anaknya yang lain. Kata emak, “jangan pedulikan bisikan-bisikan di sekeliling. Jangan jadikan ijazah, kerjaan, kekayaan tujuan kenapa harus sekolah. Karena kalau begitu, kamu akan kecewa. Namun, sekolahmu semoga bisa mendekatkan diri kepada Allah.”
Jangan pedulikan bisikan-bisikan di sekeliling. Jangan jadikan ijazah, kerjaan, kekayaan tujuan kenapa harus sekolah. Karena kalau begitu, kamu akan kecewa. Namun, sekolahmu semoga bisa mendekatkan diri kepada Allah.
Menunda rumah pertama
Linda Puspita, anak pertama emak. Seorang blogger, content writer dan guru honorer di sekolah rujukan kab. Bungo

Betul saja, Putri keduanya pun menyelesaikan pendidikan SMA-nya dengan baik, meskipun kemudian dia memilih jadi ibu rumah tangga. 
anak kedua emak
Indah Fitriani, anak kedua emak

Tidak patah karena perundungan emakpun mengkuliahkan anak ketiganya di perguruan tinggi swasta di Jambi. Pada bulan Juli 2020 telah menyelesaikan ujian yudisium untuk jurusan matematika dengan nilai complaude. 
Anak ketiga emak
Mayang Sari, anak ketiga emak lulus dengan predikat complaude tahun 2020

Kemudian anak bungsu emak seorang laki-laki, rencananya tahun ini masuk jurusan desain grafis di perguruan tinggi Negeri Sumatera Barat. 
anak keempat emak
Anggun Pamungkas, anak bungsu emak. Juara 2 lomba Nasyid se-Provinsi Jambi

Ah, emak selalu punya cara untuk mengalihkan keinginannya, menyampingkan kebutuhannya sendiri. Demi anak-anaknya tetap sekolah. Kalau hitungan manusia tidak akan ketemu dari mana ia dapat uang untuk mengkuliahkan ketiga anaknya. Kalau orang bertanya ia akan menjawab, “Dari rejeki anak-anak, yang penting emak dan bapak sehat, bisa terus cari uang.”

Kementerian PUPR melaui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)  akan menjawab mimpi rumah pertama emak

Beberapa bulan lalu, ada kabar baik, emak didatangi pak RT dan RW katanya ada pendataan calon penerima BSPS. Itu lho program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari pemerintah untuk menekan jumlah rumah tidak layak huni dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk provinsi Jambi sendiri lumayan banyak yaitu sebanyak 4.500 unit.

Meski baru di data ada gurat harapan kalau mimpi rumah pertama emak akan terwujud. Pak RT pun menyarankan untuk membuat pondasi terlebih dahulu. Dengan dibantu warga pondasi rumah pertama emakpun selesai.
Pondasi rumah pertama
Pondasi rumah impian pertama emak

Pengajuan untuk mendapatkan program BSPS tidak sulit. Emak didampingi pak RT mengajukan permohonan ke kelurahan. Menurut Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2016, emak harus memenuhi syarat, syaratnya antara lain:
  1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berkeluarga.
  2. Memiliki atau menguasai tanah: Tanah yang dikuasai secara fisik dan memiliki legalitas; b. Tidak dalam sengketa; c. Lokasi tanah sesuai tata ruang wilayah.
  3. Belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati satu-satunya rumah dengan kondisi tidak layak huni.
  4. Belum pernah memperoleh bantuan bedah rumah atau bantuan pemerintah untuk perumahan.
  5. Penghasilan paling banyak sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP).
  6. Diutamakan yang telah memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya.
  7. Bersedia membentuk kelompok maksimal 20 orang, disebut Kelompok Penerima Bantuan (KPB).
  8. Bersedia membuat pernyataan.
Syarat-syarat tersebut telah emak lengkapi, sekarang tinggal menunggu apakah berkasnya lolos sebagai penerima dana Program BSPS yang keputusannya ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh KPA atau Kepala Satker sebagai penerima bedah rumah. 

Jika berkas emak lolos akan mendapatkan dana tersebut sebesar Rp 17,5 juta untuk peningkatan Kualitas Rumah. Sebanyak 15 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. Dana bantuan tersebut akan dicairkan melalui bank atau pos penyalur yang telah ditetapkan.

"Kalau emak tidak jadi dapat program BSPS gimana, Mak!" goda seorang anaknya.
Diluar dugaan emak menjawab, " iseh ono Allah 'kan? nek ndi takdirke duwe yo duwe, nek we wayahe duwe yo bakal duwe."
 "Masih ada Allah 'kan? kalau sudah ditakdikan punya rumah, ya akan punya. Kalau sudah waktunya punya, akan segera punya rumah."  

Do’akan ya teman supaya nama emak masuk sebagai penerima program BSPS karena untuk Kabupaten Bungo hanya sebanyak 350 unit. Semoga emak segera mewujudkan mimpi rumah pertamanya dengan segera. Dapat duduk dan berteduh di rumah yang layak, yang bersih, yang sehat dan tentunya penuh cinta dari anak-anaknya. Tidak seperti kisah seorang nenek tua berikut ini.

Referensi :Perumahan PUPR



Halamansekolah.com
Seorang pembelajar, yang ketika merasa lelah, ia ingat bahwa hidup ini hanya untuk beribadah. Dan momen itu sebentar saja.

Related Posts

79 komentar


  1. Wahh alhamdulilah ya emak uda dapat rumah layak huni,,semoga emak bahagia terus and sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga aja kakak lolos programnya ya.

      Hapus
  2. Semoga terwujud dan berkah untuk keluarga nya������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Biar sedikit yang penting berkah ya kakak.

      Hapus
  3. Masya Allah ... terharu membacanya. Semoga Emak bisa memiliki rumah yanglebih layak huni dan hidupnya penuh berkah. Bijak beliau, suka dengan quote dari beliau ini

    “Jangan pedulikan bisikan-bisikan di sekeliling. Jangan jadikan ijazah, kerjaan, kekayaan tujuan kenapa harus sekolah. Karena kalau begitu, kamu akan kecewa. Namun, sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak, kata-kata emak memang seharusnya ada pada tiap hati yang ingin berniat untuk sekolah. Zaman sekarang, ijazah tidak menjamin kesuksesan. Namun, kalau dijalani dengan ikhlas akan membuat kehidupan bahagia dan berkah.

      Hapus
  4. Tersentun banget membacanya karena semua berawal dari kerja keras untuk mewujudkan mimpi rumah agar bisa membahagiakan emak..

    semoga rumahnya cept berdiri kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terimakasih kakak do'anya. Usaha keras tidak akan menghianati hasil ya kak.

      Hapus
  5. Salut banget dengan perjuangan emak yg berhasil menuntaskan belajar anak-anaknya. Saya yakin ini akan mendapatkan balasan yang setimpal, rumah BSPS adalah salah satunya. bismillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. terimakasih do'anya kak. program kementrian, program BSPS memang banyak membantu warga yang rumahnya masih tidak layak huni.

      Hapus
  6. Semoga harapan untuk memberikan yang terbaik untuk Emak bisa terwujud. Bisa membuat emak tersenyum bahagia. Setelah sekian tahun berjuang untuk anak-anaknya. Salam sayang untuk Emak ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjuangan akan berbuah kemenangan untuk hati emak dan anak-anak mbak. yakin itu.

      Hapus
  7. Terharu sekali bun baca ceritanya. Salut sama kegigihannya orang tuanya supaya semua anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Semoga mimpi emak segera terwujud ya bun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Itu yang bisa dititipkan orang tua bun, kalau kemewahan itu berat dan mungkin akan membuat berat si anak. kalau ilmu dunia akhirat akan berguna bagi anak.

      Hapus
  8. Ibu memang akan melakukan yg terbaik utk anak2nya walau dirinya harus menahan dari keinginannya sendiri. Semoga ibunda mba Linda selalu sehat dan diberi keberkahan Allah SWT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Sehat dan keberkahan itu kunci dari kebahagian dan sukses yang sebenarnya ya mbak.

      Hapus
  9. Memiliki rumah sendiri, seberapa pun kecilnya memang beda rasanya. menurutku, itu udah kayak satu pencapaian terbesar dalam hidup.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah Semoga Sehat Selalu dan lancarkan

    BalasHapus
  11. Semoga emak bisa mewujudkan mimpinya mendapatkan rumah yang sudah diimpikannkan sejak lama. Ah, begitulah orangtua rela menundah keinginannya demi pendidikan anak-anaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, bahkan menunda kebutuhannya yang primer sekalipun.

      Hapus
  12. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin. Semoga emak segera mewujudkan mimpi rumah pertamanya dan dapat duduk dan berteduh di rumah yang layak, bersih, sehat dan tentunya penuh cinta dari anak-anaknya. Perjuangan orang tua untuk anak-anaknya yang surga balasannya Mbak Linda. Salam takzim untuk Emak tercinta. Barakallah. buat semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wafiik baarakallah mbak. Terimakasih suportnya. semoga dimudahkan segala urusan kita semua menuju surga dunia dan akhirat ya mbak.

      Hapus
  13. Salut buat emaknya yang berjuang demi pendidikan anak anaknya, semoga sehat selalu

    BalasHapus
  14. Masyaallah... Salut sama perjuangan orangtuanya, Mbak.
    Semoga harapan memberikan rumah impian untuk emak segera terwujud. Dilancarkan. Aamiin.

    BalasHapus
  15. Subhanallah Emak.... perjuangannya bisa dijadikan tauladan. Semoga mimpi emak segera terwujud..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kakak, meneladani sosok emak membuat berhati-hati dalam brsikap karena nanti anak akan meniru juga.

      Hapus
  16. Semoga emak lolos dan masuk salah satu penerima tuk bangun rumahnya. Luar biasa perjuangan si emak ya dan anak2nya jg hebat

    BalasHapus
  17. Mudah2an terwujud yaaa mbaa. Aamiin. Salam takzim dari jauh untuk Emak dari saya. Salut dengan pilihannya untuk menomor satukan pendidikan di atas yang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terimakasih suportnya mbak. Salamnya sudah disampaikan.

      Hapus
  18. selamat bu., moga cepat selesai dan lancar jaya proses pembuatan rumahnya.. jangan lupa untuk selalu bersyukur.,.,

    BalasHapus
  19. Terharu bacanya mba. Memang usaha tida pernah menghianati hasil ya. Semoga terwujud dengan baik ya mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah tidak menghianati hasil mabk, dan selalu semangat dan bersyukur.

      Hapus
  20. orang tua akan melakukan apapun demi anak-anaknya, terutama ibu. inspirasi untuk kita semua nih

    BalasHapus
  21. MasyaAllah semoga lancar pembangunannya.
    .rumahnya berkah ya mbak linda

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah, progran BSPS ini bermanfaat sekali. Mekanismenya juga menarik. Jadi kalau ada masalah, panel kendalinya lebih baik. Selamat emak sudah dibantu BSPS.

    BalasHapus
  23. huhuu, luar biasa banget ya emak, seolah-olah aku ikutan kecipratan semangatnya buat sekolahin anak2 sampai perguruan tinggi. terlebih sabar banget meski dpt perundungan karena anaknya cm guru honorer, nggak papa aku pun cuma guru honorer kok, hihihi
    doaku semoga emak bisa lolos ya supaya bisa mewujudkan rumah impiannya :)

    BalasHapus
  24. Semoga pemerintah punya banyak agenda lain untuk kemashlahatan rakyat Indonesia ya mba sehingga penduduk yang belum memiliki rumah bisa mendapatkan kesempatan memiliki rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga rakyatnya pada sejahtera dan dapat hidup yang layak ya mbak.

      Hapus
  25. Semoga bantuan ini merata ya sampai pelosok tanah air spya kesejateraan masy.gol kebawah meningkat

    BalasHapus
  26. semoga emak lolos program ini dan bisa memiliki rumah pertama yang sudah sejak lama diimpikan dan direncanakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. dan semoga membawa keberkahan ya mabk.

      Hapus
  27. Lantaran memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19, banyak program dan kegiatan pemerintahan yang dialihkan. Semoga program BSPS tetap berjalan. Sehingga pembangunan merata senantiasa terasa, terlebih kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, kalau BSPS kayaknya gak ada kendala mas, masih berlangsung di sini, cuma beda daerah.

      Hapus
  28. Amin, semoga terwujud.
    Turut prihatin dengan kondisi rumah si emak. Salut juga berjuang demi pendidikan anak anaknya

    BalasHapus
  29. Allahumma Aamiin, semoga terwujud ya mba dan Emak bisa segera punya impian membangun rumah. Hebat banget si Emak demi anak-anak berpendidikan, rela enggak bangun rumah. Masyaallah.

    BalasHapus
  30. merembes mba saya bacanya, semoga Emak sehat selalu dna bahagia selalu mba, dan semua anak-anaknya bisa membahagiakan emak, sukses semua, luar biasa perjuangannya untuk menyekolahkan anak-anaknya

    BalasHapus
  31. Semoga keinginan emak terwujud yaa, Mbk.. Dapat menempati rumah yg nyaman. Barokallah :)

    BalasHapus
  32. Aamiin kak, semoga harapan emak kakak dapat terwujud memiliki hunian yang nyaman dari programnya BSPS. Semoga program ini berkelanjutan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga saja kak, menyentuh lapisan bawah dan insyaallah tepat sasaran.

      Hapus
  33. Masyaallah emak yang perlu dicontoh banget. Tetep bersyukur dalam keadaan kekurangan. Ngga patah semangat juga dalam memberikan pendidikan buat anak-anaknya meskipun mungkin ada omongan-omongan kurang enak. Semoga emak dapat bantuan rumahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, bersyukur adalah kunci bahagia yang hakiki ya mbak.

      Hapus
  34. Masya Allah emak. Salut banget sama emak. Suka sekali dengan semangat beliau untuk menyekolahkan anak-anaknya. Semoga impian emak bisa terwujud ya mbak. Aamiin

    BalasHapus
  35. Aamiin. Hanya sekedar berbagi cerita mbak, terimakasih berkenan membaca.

    BalasHapus
  36. ceritanya menyentuh
    salut dengan semangat emak untuk menyekolahkan anakanaknya
    semoga semua impian beliau terwujud

    BalasHapus
  37. Jadi ingat sama nenek dan emak ku yang berjuang keras demi makan dan sekolah anak cucunya. Btw selamat atas rumah barunya ya mak

    BalasHapus
  38. wa masyaalloh ya mbk, udah smpai mana mbak pembangunannya? semoga cepet slese ya mbakk

    BalasHapus
  39. Wah emak super sekali, anaknya berpendidikan tinggi semua, demi apapun pasti emak melakukan yang terbaik untuk anaknya. Selamat atas rumah barunya kak, semoga merata bantuan seperti program BSPS untuk wujudkan impian rumah pertama ya .

    BalasHapus
  40. Pengorbanan emak memang luar biasa yak... semua demi anak..anak... dan anak. :)

    Alhamdulillah mba bisa membantu mewujudkan mimpi rumah emak mba...

    BalasHapus
  41. Semoga keinginan Emak untuk mendapatkan rumah yang layak dan lebih baik diijabah oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Alhamdulillah, ada mba yang menuliskan kisah ini sehingga kita juga bisa mengetahui kehidupan saudara-saudara kita di luar sana.

    BalasHapus
  42. Semoga Allah SWT memudahkan emak untuk bisa memdapatkan rumah impiannya lewat program BSPS. Aamiin yaa rabbal alamin..

    BalasHapus
  43. Demi masa depan anak..mimpi pun tergadaikan dan tertunda tunda... emak...emak...begitulah orang tua ya... selalu anak dahulu yg di pentingkan...

    BalasHapus

Posting Komentar