Benarkah Dunia Terlalu Kejam Untuk Istri yang Tidak Berpenghasilan

Table of Contents
 
Istri yang Tidak Berpenghasilan
Credit Photo: Unsplash


Beberapa minggu ini perhatianku banyak tertuju pada aplikasi Thread dimana aplikasi tersebut berisi banyak curhatan ibu rumah tangga yang tak bekerja sekaligus juga tidak berpenghasilan.

Ada satu status yang menggelitik isi pikiranku, sayangnya tidak sempat aku capture. Kurang lebih statusnya begini : "Dunia terlalu kejam untuk istri yang tidak berpenghasilan" Seketika dadaku langsung nyesek juga membaca status dari netizen Thread itu.

Hal ini dikarenakan aku pun saat ini merupakan istri yang tidak berpenghasilan. Apalagi sejak job blog makin sepi bahkan bisa dikataka menghilang sejak Februari 2026 lalu, kok rasa-rasanya aku makin tak punya penghasilan saja.

Baiklah, kembali lagi dengan curhatan salah seorang netizen di aplikasi Thread bahwa dirinya merasa dunia terlalu kejam untuk istri yang tidak berpenghasilan. Sebenarnya status ini bisa memiliki banyak makna.

Kejam yang seperti apa? Toh sebagai istri yang notabene memiliki suami, adalah haknya untuk dinafkahi donk oleh suami. Lalu kenapa dia menganggap dunia terlalu kejam padanya hanya karena si istri tak berpenghasilan.

Kata tidak berpenghasilan juga menurutku sedikit ambigu. Apakah tidak berpenghasilannya seorang istri itu karena tidak bekerja kantoran atau sama sekali tidak ada pemasukan yang diterima oleh istri tersebut. Akan tetapi saat ini dunia banyak mengalami perkembangan hampir di segala bidang.

Seorang istri apabila memiliki kegiatan produktif yang bisa menghasilkan uang, maka tidak bisa dibilang tidak berpenghasilan. Dia tetap dikatakan istri berpenghasilan meskipun mungkin tidak menerima gaji tetap setiap bulannya.

Namun begitulah terkadang stigma bisa diberikan oleh lingkungan sekitar terhadap para istri yang tidak bekerja. Dianggap hanya menyusahkan suami karena selalu meminta uang bulanan. Padahal ya itu memang haknya istri kan menerima nafkah dari suami.

Memang aku akui ketika bekerja dan mendapatkan gaji sendiri, rasanya lebih bebas mau beli apa saja apalagi yang berkaitan dengan kebutuhan perempuan. Mau beli skincare, baju dan lain sebagainya gak pake mikir selama masih mendapatkan gaji.

Setelah resign dan menjadi istri yang "tidak berpenghasilan" tentu keadaan berbalik 180 derajat. Mau beli apa-apa sepertinya sungkan sama suami meskipun suami tidak pernah mempermasalahkan kita sebagai istri mau belanja apa saja. Akan tetapi ada sebuah beban moral sendiri manakala melihat suami bekerja seorang diri. Apalagi in this economy kan harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, sehingga bagi saya pribadi kok kasihan melihat suami cari nafkah seorang diri. Eh, apakah karena mental saya terlatih sejak dulu untuk menjadi provider ya? Wkwkwk, entahlah...

Jadi untuk kalian para istri yang mungkin saat ini tidak bekerja kantoran, coba hilangkan pikiran negatif bahwa dunia terlalu kejam untuk para istri yang tidak bekerja. Mungkin ada hikmah apabila seorang istri saat ini tidak bekerja. Bisa jadi istri tersebut dilindungi dari segala bentuk kejahatan manusia lain jika bekerja di kantor, atau istri diminta untuk menjaga serta mengasuh anak-anak sehingga harus siap siaga di rumah menjadi full time housewife.

Bukankah segala sesuatu keadaan itu pasti punya manfaatnya bagi individu tersebut? Sama halnya dengan perempuan dengan status istri tidak bekerja, pasti ada manfaat besar di balik statusnya tersebut.

Jangan merasa rendah diri dan minder hanya karena kamu tidak bekerja. Artikel ini sekaligus juga sebagai pengingat bagi diri saya sendiri untuk tetap berpikiran positif dengan kondisi sekarang yang sedang dalam proses mencari pekerjaan juga.

Penutup

Untuk kalian saat ini yag berstatus istri namun tak berpenghasilan, jangan berkecil hati yah. Suamimu itu wajib hukumnya memberi nafkah dan sebagai istri, kamu tidak membebani suami kok.

Kalau lagi galau coba baca blognya Bunda Belajar, sebab di sana ada banyak artikel yang memotivasi kita para istri untuk bisa selalu tetap produktif. Mungkin orang lain mengira kita sebagai istri tak berpenghasilan karena kerjaannya di rumah saja, namun di balik itu semua kita adalah perempuan berdaya dengan kapasitasnya masing-masing.

Jadi istri sekaligus ibu juga bukan pekerjaan yang mudah untuk seorang perempuan. Apalagi saat ini ada banyak pola parenting di masyarakat kita sehingga tantangan ke depan seorang ibu mengasuh anak-anaknya pun makin bervariasi.

Posting Komentar