Pengalaman Makan Malam di Hotel Luminor
Table of Contents
Kuliner bisa dibilang merupakan healing paling terjangkau saat ini yang bisa saya lakukan bersama suami in this economy. Mau staycation juga sudah tidak memungkinkan, karena peran ganda saya sebagai seorang caregiver di rumah.
Mau traveling ke luar kota apalagi makin tidak bisa karena selain harus meninggalkan Ibu, tentunya biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Akhirnya kami punya solusi untuk melakukan wisata kuliner saja di dalam kota.
Memang sih tidak setiap hari saya melakukan wisata kuliner namun setidaknya dalam sebulan ada satu hingga tiga kali kamu jalan sejenak ke luar untuk makan dengan suasana baru.
Kali ini tujuan kami adalah makan malam di hotel. Kesannya mewah banget ya padahal enggak juga lho. Kebetulan sedang ada promo buffet dinner di Hotel Luminor Surabaya dimana harganya untuk 1 pax sekitar 100ribuan saja. Biasanya kan kalau kita makan all you can eat, harga untuk 1 pax sekitar 125ribu hingga 150ribu rupiah. Bahkan di beberapa hotel bintang lima, malah harga makan all you can eat bisa mencapai 200ribuan per pax.
Kebetulan di bulan April 2026 lalu, suami tidak sengaja scroll di Instagram bahwa Hotel Luminor sedang mengadakan program promo untuk buffet lunch dan juga dinner. Suami tertarik dan langsung memberitahu saya.
Tentu saja kami tidak serta merta datang karena harus mencocokkan dengan jadwal kerja suami. Saya yang bertugas melakukan reservasi melalui DM Instagram Hotel Luminor. Kebetulan di Instagram langsung diarahkan untuk mengirim pesan ke WhatsApp reservasi.
Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening bank Hotel Luminor dan tentu saja harus lunas ya gaes. Tibalah hari dimana jadwal kami makan malam di hotel Luminor tiba. Tida menyangka juga kalau suasana makan malam di hotel Luminor cukup ramai juga.
Dan ketika saya menyebutkan nama kepada petugas restoran, mereka langsung mengarahkan ke meja yang di atasnya bertuliskan nama saya karena sudah melakukan reservasi.
Saya dan suami duduk terlebih dahulu sebelum "hunting" setiap menu yang terhidang. Ini bukan kali pertama kami makan di hotel dengan sistem all you can eat jadi saya pun sudah tidak canggung lagi. Cuma saya tuh paling malas kalau harus antri dengan tamu lainnya sehingga saya pun akan mengambil menu makanan yang sepi dikunjungi tamu.
Kebetulan waktu makan malam di Hotel Luminor dihadiri oleh beberapa tamu yang datang rombongan. Tak lama saya datang, terdengar sorak sorai lagu selamat uang tahun gitu deh. Oh rupanya sedang ada perayaan ulang tahun salah satu pengunjung dan dirayakannya sambil makan malam di hotel, batin saya kala itu.
Wajar sih menurut saya, perayaan ulang tahun diselenggarakan di hotel. Lebih praktis dan efisien.
Makan Malam di Hotel Luminor, Banyak Pilihan Menu Tradisional
Jadi ada beberapa menu yang dihidangkan di Hotel Luminor dan saya rasa tidak jauh beda dengan hotel-hotel berbintang lainnya. Oya setahu saya Hotel Luminor ini termasuk hotel bintang 3 ya.
Di antara menu yang dihidangkan misalnya saja:
- Masakan tradisional Indonesia seperti nasi goreng, garang asem dan beberapa menu tradisional lainnya
- Aneka pastry
- Aneka minuman seperti infused water, kopi, teh, jus jambu dan masih banyak lagi
- Sushi
- Aneka salad
Saya agak lupa juga menu lainnya namun terbilang cukup komplit sih. Namun sayangnya untuk kudapan di Hotel Luminor tidak ada kue basahnya seperti pastel, lumpia atau lemper mini misalnya. Yang ada hanyalah aneka pastry yang jujur saya pribadi tidak terlalu doyan.
Saya tuh tidak terlalu suka makan roti ya namun kalau terhidang juga bisa tetap dimakan. Namun kalau disuruh memilih antara pastry atau kue basah, ya tetap juaranya adalah kue basah, wkwkwk.
Konon katanya kondisi perekonomian di Indonesia sedanng tidak baik-baik saja, namun saya lihat pengunjung buffet dinner di Hotel Luminor cukup banyak juga. Kalau saya dan suami sih paling hanya bisa menikmati buffet dinner di hotel manakala ada promo, wkwkwk.
Penutup
Berbicara mengenai kuliner memang tidak pernah ada habisnya. Hal ini disebabkan akan selalu ada tempat makan baru yang bermunculan. Walaupun tak jarang ada tempat makan yang tak bertahan lama hingga akhirnya harus tutup.
Untuk kamu yang suka baca artikel tentang kuliner, tulisan-tulisan dari food blogger tentang kuliner lokal di daerah tempat tinggal mereka bisa jadi rekomendasi terbaik, apalagi jika kamu kebetulan sedang berada di luar kota.


Posting Komentar