3 Drama Korea Bergenre Hukum yang Menarik Untuk Ditonton

Table of Contents


Semenjak resign dari pekerjaan kantoran 2 tahun lalu, hobi saya menonton drama Korea rupanya makin ugal-ugalan, wkwkwk. Bagaimana tidak, meskipun agak ribet langganan satu aplikasi OTT secara bergantian namun sebisa mungkin saya usahakan untuk nonton satu episode drama Korea meskipun itu drakor lawas. Sebab konsekuensi kalau sudah langganan aplikasi OTT maka meskipun tidak ditonton, tetap wajib bayar kan. Akhirnya ya sebisa mungkin tiap hari harus nonton drakor, wkwkwk.

Entah kenapa, menonton drama Korea merupakan hiburan ampuh selama 2 tahun menjadi freelancer yang kerjanya di rumah saja. Daripada jajan dan keluyuran menghabiskan uang di luar rumah, saya cukup minta jatah jajan sama suami untuk berlangganan aplikasi OTT saja.

Jadi ceritanya saya lagi senang nonton drakor on going sejak tahun 2025 lalu. Memang saya akui, nonton drama Korea yang sedang tayang itu banyak menguji kesabaran, hehehe. Sebab setiap pekan saya tonton, kemudian tidak sabar menunggu episode selanjutnya di pekan depan. Apalagi jika di akhir episode bikin penasaran, tentu makin gak sabar donk menunggu hari tayang berikutnya tiba.

Genre hukum di drama Korea biasanya paling saya minati selain genre medis. Kebetulan sekali kurun waktu 2025 hingga 2026 ini ada 3 drama Korea yang bergenre hukum dan asyik serta seru untuk ditonton.

1. Oh My Ghost Client

Dari seorang dokter menjadi pengacara, itulah Jung Kyung-ho yang menjadi pemeran utama di Oh My Ghost Client. Jadi ceritanya di drama ini Jung Kyung-ho berperan sebagai Noh Mu-jin, seorang pegawai kantoran yang memutuskan resign setelah belasan tahun mengabdi di kantornya.

Nah, Noh Mu-jin ini sesumbar kepada rekan kerjanya bahwa dia sudah punya cukup modal setelah resign karena berinvestasi bersama sahabatnya. Yang bikin gokil sahabatnya di Oh My Ghost Client diperankan oleh Kim Dae-myung dimana di Hospital Playlist juga jadi sahabatnya Jung Kyung-ho.

Ternyata malang nasih Noh Mu-jin sebab sahabatnya itu tewas kecelakaan mobil ketika sedang berkendara bersama dirinya. Sahabat tewas, duit investasi milik Noh Mu-jin melayang. Akhirnya Mu-jin terlunta-lunta jobless alias jadi pengangguran sesaat.

Belum lagi masalah rumah tangganya dimana sang istri menuntut untuk bercerai karena Noh Mu-jin dianggap tidak dewasa dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Akhirnya atas saran seorang teman, dirinya pun mengambil pendidikan profesi agar dapat menjadi pengacara di bidang ketenagakerjaan. Setelah lulus pendidikan profesi, Noh Mu-jin mendirikan kantor pengacara bersama adik iparnya Na Hee-joo (Seol In-ah) dan Go Gyeon-u, teman lelaki Hee-juu yang diperankan oleh N.

Tiba-tiba insiden secara mengejutkan terjadi dimana Noh Mu-jin hampir mati di sebuah pabrik ketika sedang bekerja. Bangun-bangun dari pingsannya, Noh Mu-jin bisa melihat arwah alias hantu yang ternyata semasa hidupnya bermasalah dengan perusahaan tempat di arwah bekerja.

Awalnya Noh Mu-jin denial terhadap kemampuannya berkomunikasi dengan hantu, namun lama kelamaan dirinya mau membantu masalah para arwah tersebut yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Drama ini selain mengusung genre hukum, juga menampilkan sisi humanis seorang pengacara serta ketidak adilan yang diterima oleh sebagian tenaga kerja di perusahaan tempat para arwah itu pernah bekerja.

Unsur komedi dalam Oh My Ghost Client membuat saya tertarik untuk melanjutkan menonton drama tersebut hingga tamat.

2. Pro Bono

Rupanya Jung Kyung-ho lagi panen kerjaan nih sebagai aktor. Hal ini dikarenakan dalam waktu yang cukup berdekatan, Jung Kyung-ho berperan sebagai tokoh utama di 2 drama yang mengusung genre sama yaitu hukum.

Kali ini di drama Pro Bono, Jung Kyung-ho tidak berinteraksi dengan hantu namun menjadi pengacara pro bono alias pengacara yang memberikan jasa hukumnya secara gratis kepada klien.

Jung Kyung-ho di Pro Bono berperan sebagai Kang Da-wit dimana ketika di awal episode justru berprofesi sebagai hakim, bukan pengacara. Dikenal sebagai hakim populer di kalangan reporter dan di media sosial, ternyata menjadi jalan terjal Kang Da-wit yang berambisi menjadi Hakim Agung.

Tentu saja posisi Hakim Agung sudah diincar oleh pimpinannya terlebih dahulu dan dia membuat akal muslihat dengan menjebak Da-wit seolah-olah Da-wit menerima hasil suap. Bukti berupa video pun dipersiapkan untuk menjebak Kang Da-wit hingga akhirnya dia mengundurkan diri sebagai hakim.

Setelah mundur dari jabatan hakim, tentu saja Kang Da-wit tak punya pekerjaan. Satu-satunya jalan agar dia bisa berkarir lagi adalah jadi pengacara. Beruntungnya mantan pacar ketika kuliah yang bernama Oh Jung-in (diperankan oleh Lee Yoo-young) merekrutnya di firma hukum milik ayahnya yang bernama Oh & Partners.

Awalnya Da-wit mengira dia akan bekerja sebagai salah satu pengacara elite-nya Oh & Partners. Nyatanya ruangan kerja Kang Da-wit bisa dibilang sangat sempet dengan 4 orang rekan kerja lainnya yang bisa dibilang karyawan "underrated"nya Oh & Partners.

Bisa dibilang divisi Pro Bono merupakan divisi buangan yang berisi 4 orang pengacara tak berkompeten. Kang Da-wit mau tak mau harus mematuhi aturan yang ditetapkan mantan pacarnya itu atau kalau tidak, ya dirinya tidak bisa bekerja.

Kasus demi kasus dimenangkan oleh divisi Pro Bono namun dilema menghampiri. Kalau setiap kasus Pro Bono sukses, lantas Oh & Partners dapat keuntungan darimana? Oh Jung-in awalnya hanya ingin menaikkan reputasi Oh & Partners di mata masyarakat sebagai firma hukum dengan tingkat kemenangan terbanyak.

Selain bergenre hukum, drakor Pro Bono juga menampilkan sisi komedi dan tentunya konflik diantara beberapa pemain.

3. Phantom Lawyer

Nah, kalau drama Korea ini masih terbilang fresh from the oven, alias baru saja tamat di hari Sabtu tangga 2 Mei 2026 kemarin. Alur ceritanya agak mirip dengan Oh My Ghost Story namun beda POV saja. 

Kalau Oh My Ghost Story menceritakan pengacara ketenagakerjaan yang bisa melihat hantu dan menyelesaikan masalah si hantu yang berkaitan dengan perusahaan tempat mereka kerja ketika masih hidup.

Sementara kalau Phantom Lawyer ini bercerita tentang pengacara yang bisa melihat hantu karena tidak sengaja membuka kantor pengacara di sebuah bangunan yang dulunya adalah tempat praktik dukun. Nah para hantu inilah yang akan jadi klien dari Shin I-rang, pemeran utama drama Phantom Lawyer.

Kalau di Phantom Lawyer, Shin I-rang yang diperankan oleh Yoo Yeon-seok bisa kesurupan arwah dari klien-klien hantunya itu. Dalam drama ini, Yoo Yeon-seok beradu akting dengan Esom, aktris Korea yang menurutku punya akting yang kuat di setiap perannya.

Meskipun bergenre hukum, namun Phantom Lawyer sering banget menampilkan adegan komedi, terlebih ketika Shin I-rang kesurupan. Ada adegan dimana I-rang kesurupan sebagai gangster, cewek ABG, anak kecil hingga kakek tua. Ah lucu banget pokoknya drakor ini wajib kalian tonton.

Alur yang membuat sedih di Phantom Lawyer adalah Shin I-rang memiliki ayah yang sudah meninggal dunia, namun dalam memori Shin I-rang, ayahnya adalah jaksa korup dan pengguna narkoba. 

Nyatanya tuduhan itu adalah fitnah belaka dan dibuktikan ketika menjelang akhir episode, hantu terakhir yang menemui Shin I-rang adalah ayahnya sendiri. Duh, pokoknya episode 16 itu bagiku bikin mewek banget deh!

Penutup

Kalau kamu punya hobi yang sama denganku, yaitu menonton drama Korea dan juga film-film Indonesia, wajib banget untuk berkunjung ke blognya blogger Rafahlevi karena di sana akan ada banyak sinopsis beberapa film Indonesia yang layak untuk ditonton. Blogger film Bandung Rafahlevi ternyata banyak sekali menulis tentang review serta sinopsis film-film Indonesia yang sedang tren dibicarakan saat ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini film-film Indonesia banyak yang memberikan pesan moral sehingga layak ditonton untuk keluarga Indonesia yang sedang mencari hiburan di dalam kota saja.

Salah satu film Indonesia yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah film Na Willa yang berlatar di Surabaya, Jawa Timur. Wah, aku pun tak sabar ingin menonton film Na Willa. Semoga masih tayang di bioskop-bioskop di Surabaya ya!




Posting Komentar