Hal Pertama yang Perlu Dilakukan Ketika Memilih Hunian

Posting Komentar

 

hal-pertama-yang-perlu-dilakukan-ketika-memilih-hunian

Ketika memilih hunian, saya memiliki banyak pertimbangan. Dari banyak pertimbangan tersebut, ada hal pertama yang perlu dilakukan yaitu survey lokasi, melihat langsung lingkungan sekitar.

Hal ini tentu saja termasuk melihat calon para tetangga. Tetangga yang baik akan berkontribusi menjadikan hunian lebih aman dan nyaman. Tetangga yang buruk akan menjadi hunian terasa sengsara. Ini alasannya:

Rumah Terasa Sempit vs Lapang

Tetangga penyumbang suasana hunian menjadi sempit atau sebaliknya lapang. Contoh kecil saja, ada seorang ibu yang baru saja melahirkan.  Saat, tetangga datang mengunjungi, beliau sedang menyapu kebetulan baby sedang tertidur pulas. Lalu, tetangga berujar,” aku kalau habis melahirkan apa-apa semua laki yang mengerjakan. Takut ASI tidak lancar kalau banyak gerak. Minta tolong laki saja beberes, bu! Nanti ASI gak keluar lagi lho.”

Bunda yang sebelumnya terasa ridha mengerjakan yang bisa ia lakukan. Mulai sedih, mulai tidak ridha, mulai merasa tidak disayang suami. Kenapa suami orang lain sangat perhatian. Sementara ia harus nyapu, mencuci sendiri. Sejak hari itu, ia benci suaminya, ia benci kenapa suaminya tidak peka. Kalaupun, ia mengerjakan hatinya tidak ridha, kenapa aku tidak seperti ibu A?”

Nah, pentingnya mendapat lingkungan yang baik, yang selalu support. Minimal diam dan tidak memberikan toxic negative. Seolah-olah menasehati namun menjatuhkan dan meninggikan diri sendiri.

Memiliki tetangga baik adalah rejeki yang tidak terhingga. Lebih dari saudara, saling membantu, saling mengingatkan, saling mendukung, saling menghibur.

Pernah aku mendapat sebuah cerita dari Ustadz Oumar Mifta, ada seseorang menjual harga rumahnya seharga 200 juta. Orang orang terkejut, dengan model hunian seperti itu seharusnya hanya terjual 100 juta. Tapi apa yang dijawab orang tersebut, aku memiliki tetangga yang sangat baik sekali. Jika tidak harus pindah aku tidak akan menjual rumah tersebut. Karena aku belum tentu menemukan tetangga yang sangat baik tersebut di tempat lain.

Sebaliknya, si Fulan curhat ingin segera pindah hunian saja, sudah tidak tahan. Sayang belum laku. Setiap hari dia mendengar tetangga yang ribut dengan suaminya. Suaminya pulang dalam kondisi mabuk. Sering kali kaca jendela harus diganti, karena ulahnya.

Belum lagi lingkungan yang di rumahnya dijadikan tempat maksiat, maka 40 rumah di sekitarnya menanggung mudarat juga. Duh, ini yang menjadi alasan kenapa mesti memperhatikan tetangga ketika memilih hunian impian.

Membentuk Karakter Anak

Seseorang baru saja pindah di tempat baru. Seperti biasa anaknya dengan cepat memiliki teman-teman baru juga. Betapa terkejutnya dia, mendapati anaknya buang air kecil di depan rumah. Hal yang belum pernah ia lakukan selama ini. Ketika perlahan ditanya, ia sering melihat teman-temannya buang air di sembarang tempat, jadi menurut si anak is okey.

Wah, lingkungan tempat hunian sangat berpengaruh besar untuk membentuk karakter anak ya. So jangan sampai salah pilih tempat hunian, karena anak adalah investasi dunia akhirat. Kita capek capek didik, kalau dicelup di tempat yang buruk, takutnya didikan dari rumah jadi luntur ya. 

kota-baru-parahyangan

Kota Baru Parahyangan Hunian Berwawasan Pendidikan

Sekarang coba kita cek apakah Kota Baru Parahyangan dapat menjadi hunian yang aman dan nyaman serta dapat membentuk karakter anak?

Jika diamati, Kota Baru Parahyangan memiliki spot pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi. Salah satunya Al-Irsyad Satya Islamic School, yang memiliki kurikulum Nasional dan Internasional. Tidak salah jika kota ini memiliki slogan berwawasan pendidikan. Baik sekali untuk mendukung tumbuh kembang dan karakter anak-anak.

Jika kita memasuki kota baru Parahyangan, suasana pendidikannya sudah terasa. Gerbang megah berkonsep astronomi dalam bentuk konstelasi tata surya pastinya disenangi anak-anak. Selain itu ada taman tematik yang tersebar di setiap tatar. Duh, bener-bener hunian impian aman dan nyaman serta baik untuk tumbuh kembang karakter anak-anak nih!

Halamansekolah.com
Seorang pembelajar, yang ketika merasa lelah, ia ingat bahwa hidup ini hanya untuk beribadah. Dan momen itu sebentar saja.

Related Posts

Posting Komentar