Manfaat Vaksin Difteri yang Jarang Orang Tahu

36 komentar

 

Manfaat Vaksin Difteri yang jarang orang tahu

Beberapa minggu yang lalu siswa sekolah dasar disarankan untuk datang ke puskesmas terdekat guna mendapat vaksin Difteri. Hasilnya, orang tua yang mengantarkan anak vaksin berkurang dari tahun sebelumnya. Kira-kira seberapa penting sih vaksin difteri? Dan apa manfaatnya? Cari tahu yuk!

Apa itu vaksin Difteri?

Vaksin Difteri adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi dari penyakit difteri. Yaitu penyakit berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang membuat racun, yang menyerang selaput lendir yang menyebabkan lapisan abu-abu tebal menumpuk pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit, menyebabkan luka terbuka atau bisul yang dangkal.

Jadi vaksin ini sangat penting sekali diberikan kepada anak mengingat resiko yang akan didapat adalah kematian jika sampai tertular penyakit difteri ini. Sangat disayangkan jika orang tua melewatkan pemberian imunisasi difteri dan tetanus (DT) pada anak.

Dilansir dari halodoc.com Imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi anak dari beberapa infeksi yang sangat serius. Pemerintah sudah menetapkan imunisasi difteri dan tetanus (DT) adalah wajib, dan gratis untuk anak berumur tujuh tahun yang duduk dibangku kelas satu SD. Sekali lagi sangat disayangkan jika orang tua melewatkan pemberian vaksin ini.

Vaksin difteri tidak hanya untuk anak-anak namun juga perlu diberikan kepada orang dewasa. Ada beberapa kasus orang dewasa yang sudah pernah vaksin difteri saja terserang penyakit ini. Artinya vaksin ini tidak untuk seumur hidup, bisa jadi kekebalan tubuh seseorang menurun dan tertular. Maka dianjurkan untuk mengulang lagi vaksin difteri setiap 10 tahun sekali.

Vaksin difteri untuk orang dewasa bisa diperoleh di Vaksin Medan. Untuk orang dewasa menggunakan vaksin Tdap dan Td. Tdap adalah vaksin kombinasi yang diberikan untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri berbahaya seperti tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan). 

Vaksinasi Dewasa Kota Medan

Oh iya, sebaiknya tidak menganggap hal ini sepele, berikut manfaat vaksin difteri:

Mencegah Penyakit Difteri

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Khusus untuk difteri jika telat saja atau tidak segera diobati maka akan menyebabkan komplikasi yang berujung kematian. Seperti diuraikan diawal penyakit difteri ini berbahaya dan penularannya bisa lewat cairan bersin, batuk dan udara.

Jadi, tidak ada alasan untuk tidak memberikan vaksin DT. Jika sudah mendapat vaksin anak akan memperoleh perlindungan dari risiko penularan difteri tersebut.

Menjaga dari penyakit tetanus

Suntikan tetanus tergolong mahal. Saya tahu ketika membawa seorang murid. Nah, jika orang tua melewatkan vaksin difteri sangat disayangkan bukan? Belum lagi resiko dari ancaman tetanus yang berbahaya yang ada di sekitar anak.

Banyak ditemukan di sekitar kita kuman tetanus. Bayangkan jika kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui luka kulit. Terkena paku misalnya. Bisa saja menyebabkan infeksi.

Melalui tulisan ini berharap bisa mengedukasi terutama orang tua  agar tidak melewatkan pemberikan imunisasi DT. Sehingga orang tua dapat menghindarkan anak dari ancaman tetanus yang berbahaya. Vaksin ini juga dapat membuat penyakit lebih ringan jika harus terinfeksi difteri dan tetanus yang tidak diinginkan.

Manfaat Vaksin Difteri

 

Bagaimana jika sudah melewatkan pemberian vaksin difteri di sekolah?

Keraguan orang tua untuk tidak mengantarkan anaknya mendapat vaksin difteri saat pandemic memang beralasan. Ada rasa cemas, ketakutan untuk datang di penyedia kesehatan saat ini. Menimbang manfaat vaksin difteri ini begitu besar sebaiknya bicarakan pada dokter mengenai pemerolehan vaksin tanpa rasa khawatir. Dokter mungkin bisa memberikan arahan apa yang seharusnya dilakukan.

Orang tua bisa download aplikasi Halodoc di App Store atau Google play. Aplikasi yang sudah banyak membantu saat pandemic ini. Akses yang mudah, dimana dan kapan saja kita bisa mendapatkan solusi dari masalah kesehatan.

Orang tua bisa langsung menghubungi dokter melalui video atau chat. Tidak hanya bisa bertanya terkait masalah vaksin difteri yang terlewat namun bisa berkonsultasi soal kesehatan apa saja. Ada banyak dokter spesialis yang bisa dipilih untuk konsultasi.

Selain layanan ini, kita juga bisa membeli obat, membeli vaksin, cek labor. Semua tersedia selama 24 jam.

Nah, itulah manfaat vaksin difteri serta solusi jika melewatkan pemberian vaksin untuk anak. Agar selalu terjaga kesehatan.

 

 

Halamansekolah.com
Seorang pembelajar, yang ketika merasa lelah, ia ingat bahwa hidup ini hanya untuk beribadah. Dan momen itu sebentar saja.

Related Posts

36 komentar

  1. terima kasi h banyak untuk sharingnya. Edukasi soal pentingnya vaksin emang sangat diperluin si menurutku. Hal ini karena manfaatnya serta cara kita mendapatkan vaksin yang ternyata belom banyak diketahui publik

    BalasHapus
  2. Bener kak, memang harus diedukasi supaya tidak salah tafsir soal vaksin ini.

    BalasHapus
  3. Halodoc ini memang aplikasi yang sejauh ini saya pikir berguna banget.

    Terutama di era pandemi seperti ini, agak riskan untuk pergi berobat. Cara ini bisa dipakai karena aman, tanpa kontak muka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kakak terimakasih sudah mampir ya.

      Memang halodoc aplikasi yang bisa membantu kesehatan kita saat pandemi ini.

      Hapus
  4. Wow ternyata orang tua juga perlu vaksin ya hehe. Informatif sekali, halodoc bisa jadi solusi saat anak ketinggalan vaksin di sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, untuk khusus vaksin dewasa. bisa di Vaksin Medan ya. Untuk Vaksin Difteri perlu diulang 10 tahun sekali kak.

      Hapus
    2. Aq baru tahu loh kalo halodoc bisa menyedikan vaksin. Hehe

      Hapus
  5. Kalo buat anak mah udah semuanya divaksin difteri. Tapi papa ibunnya belum pernah sama sekali. Kekeke. Saya itu baru divaksin influenza dan pneumokokus untuk dewasa. Lainnya tidak. Mungkin merasa sehat-sehat saja yaaa. Aduuh, jangan dicontoh deh. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau tetap sehat kak. Tetap jaga kesehatan ya.

      Hapus
  6. Iya anak saya juga vaksin DPT. Tinggal vaksin lanjutannya lagi umur 4 tahun nanti. Btw saya juga pakai halodoc untuk konsultasi kesehatan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anandanya sehat terus ya kak. Ternyata banyak pengguna halodoc ya kak. Alhamdulillah.

      Hapus
  7. terkadang memang ada ortu yang enggak mau open minded soal vansinasi ini ya. terutama mereka yang tinggal jauh di daerah. padahal vaksinasi ini penting banget utk melindungi anak-anak dari penyakit mematikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak, perlu edukasi untuk orang tua yang sampai ke hati mereka.

      Hapus
  8. Pentingnya penyuluhan dari Dinas Kesehatan supaya masyarakat mengetahui tentang vaksin difteri ini.
    Minim nya informasi yang mereka dapat makanya sebagian orang tua menganggap vaksin difteri ini bukan hal yang begitu penting,padahal manfaatnya dapat melindungi anak dari penyakit.

    BalasHapus
  9. Sampe sekarang nggak paham dengan sekelompok manusia yang melarang vaksin, padahal manfaatnya banyak banget. Lebih baik mencegah daripada mengobati lah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kalau mencegah pemberiannya gratis kalau sudah mengobati. Vaksin ini harus dibeli.

      Hapus
  10. Setelah 10 tahun Vaksin Difteri harus diulang ya Mbak. Kita orang dewasa pun perlu divaksin ya jd bisa terhindar dari penyakit tetanus yg berbahaya apalagi kl dibiarin duh bisa komplikasi berujung pada kematian ya. Nice share, tfs

    BalasHapus
  11. Mba sungguh aku baru tahu deh kalau vaksin difteri ini untuk mencegah tetanus. Penting banget jadinya ya, soalnya kalau luka kena tusuk benda-benda yang berkarat kan ngeri kalau sampai tetanus :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak dan harganya mahal lho kalau suntik tetanus, kalau sudah terlanjur kena.

      Hapus

  12. Sekarang kalau pencarian tentang kesehatan, halodoc pasti trending nomer satu sih :)
    Dulu pernah takut disuntik pas masih sekolah :( tapi begitu sudah dewasa, bersyukur pernah diberi faksin difteri

    BalasHapus
  13. Ternyata begitu besar ya manfaatnya. Makanya emmak² jangan bawa kabur anaknya soalnya aku sering denger itu hahaha katanya sih takut bla bla bla

    BalasHapus
  14. petanyaanku terjawab sudah, aku lupa vaksin difteri anakku, ternyata masih bisa ya. tinggal hubungin halodoc. mantap

    BalasHapus
  15. Vaksin difteri termasuk ke DPT ini kan ke anak ya? Terus aku inget deh tetangga kakak ada anaknya yg ga dimunisasi. Saat besar anaknya terserang difteri dan qodarulloh meninggal

    BalasHapus
  16. Vaksin difteri ini memang sangat penting sekali ya kak. Sayangnya nggak semua orang pro vaksin. Mamer saya juga termasuk anti vaksin makanya 2 keponakan nggak di vaksin. Sempet mikir hari gini nggak divaksin lalu kedepannya gimana? Tapi ya gitu deh

    BalasHapus
  17. Vaksinasi penting sekali untuk menghindari atau mencegah penyakit berbahaya ya Mbak. Tidak hanya buat anak-anak, ternyata orang dewasa butuh vaksinasi juga

    BalasHapus
  18. Vaksin difteri itu wajib banget. Jangan sampai nggak vaksin karena peernah ngeliat vasien yang antivaksin dan anaknya terkena difteri, sedih banget nafas pun susah

    BalasHapus
  19. Halodoc ini semakin lengkap ya layanannya. Sedikit banyak mengurangi kekhawatiran semasa pandemi ini. Karena untuk konsultasi dg dokter kita ga harus ke rumah sakit lagi, via aplikasi pun bisa.

    BalasHapus
  20. Anakku nangis kenceng banget mbak, waktu disuntik difteri di sekolah bbrp hari yang lalu. tapi mau gimana lagi. waktunya imunisasi nasional kan ya. Alhamdulillah anakku dapat imunisasi rutin. difteri ternyata bikin shock juga ya. semoga anak anak kita selalu sehat dan terhindar dari difteri. Aamiin

    BalasHapus
  21. Wah ternyata vaksin difteri ini sewaktu masii sd ya kak, saya sendiri aja udah lupa sudah/belum dapet vaksin ini hehehe. Makasii ya mbak infonya informatif banget

    BalasHapus
  22. Seberapa pentingnya vaksin difteri bagi anak? Dan itu semua akan terjawab di HalloDoc.

    BalasHapus

Posting Komentar